Alasan aku menikah dengan bule

November 5, 2016 by dewi in Blog 242 comments
Alasan aku menikah dengan bule

Postingan ini sebenarnya request dari beberapa orang. Banyak sekali pesan yang masuk ke inboxWell, sebenarnya bertanya atau kepo beda tipis sih 😉

Seandainya aku menikah dengan sesuku yang sama-sama orang batak, aku yakin nggak bakalan ditanyain “Kok menikah dengan orang Batak juga? ” Yah siapalah aku ini, artis bukan, prestasi pas pasan..aah cuma remahan roti!. Tapi aku bisa memaklumi kalau orang Indonesia itu mau taunya banyak. Lebih tepatnya nosy. Karena selama tinggal di luar, teman-teman yang orang bule tidak pernah bertanya tentang hal ini. Mereka benar benar respek dengan area privacy. Aku juga dulu gitu sih, suka kepo. Tapi sekarang level kepoku udah getting less and less 😜

Yang ditanyain sebenarnya macem-macem, sampai urusan pribadi juga ditanya. Tapi ya sudahlah, yang itu aku tidak akan bahas. So, inilah pertanyaan yang sering diajukan:

Dimana ketemu suami?

Aku bertemu dengan suami di Jakarta, 14 tahun yang lalu. Saat itu dia sedang bekerja di United Nation atau Perserikatan Bangsa Bangsa. Kita tetanggaan. Tadinya pas aku ketemu dia, aku sudah punya pacar, warga negara Belanda, seorang dokter. Long story short, aku dengan si Belanda bubar. Dengan satus jomblo, si bule Denmark ini *suamiku – mengirim pesan via email apakah aku menerima lowongan 😍 Lareees!

Tapi hubungan kami kurang disetujui oleh orang tua. Karena aku sudah memiliki pekerjaan sebagai seorang pegawai negeri sipil a.k.a PNS. Bagi orang tuaku, menjadi seorang PNS itu memiliki masa depan yang cerah dan pensiun terjamin. Simpel sih, semua orang tua pastilah ingin hidup anak-anaknya tenang. Aku sangat memaklumi kenapa mereka tidak welcome dengan hubunganku saat itu. Aku tidak pernah memaksa atau berontak, aku memilih untuk tetap hormat pada permintaan dan nasehat mereka.

Aku dan si bule Denmark ini tetap kept in touch walau hubungan kami kurang direstui. Kita tetap berkomunikasi secara intens. Setiap hari dia menelpon. Saat itu skype dan facebook belum ada – tahun 2002. Selain telpon, kita berkirim surat melalui email. Setiap liburan musim panas, dia datang berkunjung. Orang mak tetap menerima kehadirannya di rumah, walau restu untuk menikah tetap juga belum diberikan. Sampai satu hari di tahun 2011, ketika aku kuliah di UGM, aku lolos seleksi untuk pertukaran pelajar di Swedia. Mulai saat itu, mak dan bapak memberikan lampu hijau. Nggak ngerti juga kenapa. Setelah kembali ke tanah air, mereka memberikan ijin untuk aku menikah dan melepas pekerjaanku. Penantian 11 tahun itupun berbuah manis.

Kok harus bule sih, kenapa nggak orang Batak?

Nggak harus bule kok. Aku cuma berharap tidak menikah dengan orang Batak. Ntah kenapa, aku sangat tidak suka dengan beberapa prinsip adat Batak yang harus diaminkan oleh pengikutnya. Belum lagi kewajiban untuk datang ke pesta adat. Hasil survey yang pernah aku lakukan dulu ketika aku bekerja di pemerintahan, orang Batak rata-rata menghabiskan 10-15% penghasilannya untuk membayar kebutuhan adat tiap bulannya. Bahkan ada yang rela makan pas pasan hanya biar bisa bayar adat, karena maradat itu merupakan keharusan. Amazing! 

dsc_5703

Di adat Batak, laki-laki itu raja. Kehadiran anak laki-laki sangat penting peranannya untuk meneruskan nama keluarga atau yang sering kita sebut marga. Jujur aku khawatir, gimana kalau aku tidak bisa kasih anak laki-laki kalau seandainya aku menikah dengan pria Batak. Selain itu perempuan Batak kerap dikelas duakan. Contohnya, pembagian harta warisan. Anak perempuan itu bagiannya pasti lebih sedikit dari bagian laki-laki. Padahalkan sama-sama anak ya, kok bisa beda-beda siih. Beda dengan orang Denmark, laki-laki dan perempuan memiliki hak waris yang sama. Jadi ini satu alasan aku lebih memilih menikah dengan bule.

Rasanya gimana punya suami bule?

Karena aku belum pernah menikah dengan orang Indonesia, jadi aku nggak bisa membandingkan ciiint. Di Denmark perempuan dan laki-laki memiliki posisi yang sejajar. Bahkan Denmark termasuk negara terbaik kelima di dunia untuk kesetaraan gender menurut World Economic Forum’s Global Gender. Ke 4 negara lainnya adalah Islandia, Finlandia, Norwegia, dan Swedia. Suami selalu tanya pendapatku tentang apa saja, dan aku berhak untuk menolak bila aku tidak setuju. Saling tukar pendapat dan berargumentasi merupakan hal yang wajar di rumah tangga. Suami juga tidak segan-segan untuk meminta maaf bila dia salah, dan akupun demikian.

Masak yang enak ya bang ;)

Masak yang enak ya bang 😉

Suami masak pizza untuk makan malam

Si abang masak pizza untuk makan malam

Pria Batak kebanyakan gengsi untuk turun ke dapur, masak, nyuci piring, nyeterika, ngurus anak dan beres beres rumah *Hayoo ngakuuu 😜 Aku nggak menyamaratakan kalau semua pria batak itu begitu. Tapi ini dari yang aku saksikan sendiriloh. Di Denmark, laki-laki biasa turun ke dapur. Urusan dapur dan rumah tangga itu tanggung jawab kita berdua. Suami masak, belanja ke pasar, beresin rumah bahkan ikut bantuin jemur kain. Di Denmark, tidak hanya Ibu melahirkan yang mendapat cuti melahirkan, suami juga dapat jatah, jadi suami juga ikut merawat bayi.

Trus sekarang jadi WNA?

Lah ini pertanyaan edan. Nikah dengan bule, nggak serta merta jadi warga negara asing non. Untuk mendapatkan ijin tinggal aja rempongnya minta ampun, dan prosesnya lama, ganti kewarganegaraan pula. Nggak ah, aku masih WNI!

Nggak ada niat ganti warga negara Dew?

Mungkin, kalau seandainya Indonesia berubah jadi negara konflik.

Pulang kantor suami bawakan bunga...ini mukjizat!

Pulang kantor suami bawakan bunga…ini mukjizat pemirsa!

Bule itu romantis ya Dew?

Yang ini jawabannya relatif. Suamiku nggak ada romantis-romantisnya. Ngasih bunga sih kadang-kadang aja, tergantung mood.

Kamu beruntung Dew, nikah sama bule, bisa jalan-jalan ke luar negeri

Ya iyalah, kan kampungnya suami di Denmark, kemana-mana dekat. But for your information, aku pertama kali keluar negeri itu bareng tanteku. Trus pertama kali ke Eropa karena lolos test pertukaran mahasiswa. Setelah nikah langsung cari kerja. Aku kerja keras biar bisa beli ini itu, kirim ke orang tua dan kalau ada sisa ya baru jalan-jalan.

Dew, cariin buatku dunk

Maaf cint, aku bukan biro jodoh. Udah ah itu dulu, bete ditanyain mulu..jangan ada yang tersinggung yee 😏

242 comments on this post

  1. Noda Luka
    November 5, 2016

    Suamiku juga bule, tp dalam wilayah asia saja… gregetlah…

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      He he he..greget kenapa mbak Noda? *penasaran

      Reply
      • ayaspromenade
        November 6, 2016

        Hi Mbak Dewi, mau OOT… barusan lihat pagenya nodaluka.com astaga Mbak Dian sungguh keren web nyaa. Udah gitu aja hehe.

        Reply
        • dewi
          November 6, 2016

          Iya mbak Aya, cakeep..:) aku aja ter wow gitu 🙂

        • Noda Luka
          November 8, 2016

          hai mbak aya, terima kasih 🙂

      • Noda Luka
        November 8, 2016

        rasanya beda saja mbak dewi…

        Reply
        • dewi
          November 8, 2016

          Pengen dengar bedanya dimana..:)

  2. Ulfarick
    November 5, 2016

    Punya anak juga jadi pikiran mbak untuk wanita seumuran aku,karena aku takut klo tdk bisa punya anak trs suami disuruh nikah lagi spt kebanyakan yg aku dgr dari pengalaman tmn”ku,..hehehe makanya aku tanya calon suami jg keluarganya dan mereka gak prioritaskan harus punya anak yg penting anaknya bahagia ya oke” aja… Dan ada bad story sama mantan yg sama” satu suku juga sih atau mungkin menurut laki” diindo aku gak masuk kategori wanita cantik kali ya.. btw selamat mbak lama juga ya hubungannya sebelum kejenjang pernikahan,,,senang dengernya..

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Semangat mbak Ulfa 🙂 I feel you. Aku doain semoga lancar sampe pelaminan yaa 🙂 undangannya yaa 🙂 atau sekalian aku photoin ya 😉

      Reply
  3. rita Asmaraningsih
    November 5, 2016

    Mba Dewi kalo punya anak pasti kece ya.. Yah namanya juga anak indo kan? Hehe

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Amiiin mbak Rita 🙂

      Reply
  4. omnduut
    November 5, 2016

    Sebentar, aku mau komenin watermarknya dulu : BAGUS BANGET 😀

    Baca ini aku agak deg-degan, semoga selama chat sama mbak Dewi aku gak kelepasan nanya-nanya kepo hahaha, sepertinya sih nggak. Boro-boro minta cariin jodoh orang sana, yang ada aku yang ditawarin hahahaha aseeeek.

    Aku suka kehidupan orang barat itu ya yang simpel itu mbak. Udah sering banget aku baca di buku/blog bahwa suami-istri saling bantu dalam segala urusan. Jadi inget celetukan abang sepupuku, “abang kalau turun ke dapur, turun harga diri abang sebagai suami, Yan” dia ngomong gitu sambil ketawa ngakak. Ewww nggak banget kan?

    Suka banget tulisan ini. Dan yakin, yang baca juga pasti seneng bacanya ^_^

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      😀 ha ha ha…kamu mau nanya apa tadinya Har? 😀 ah kamu ..kayak baru kenal kemaren ajaaa 😀 monggo ditanyalah, kayak aku sering gangguin kamu 😛 ha ha ha ha
      Ya gitu deh Har, aku ceritakan berdasarkan pengalaman pribadi kayak mana di adatku, tapi ada bbrp yang sepertinya tidak suka, yo weslah 😀

      Reply
      • omnduut
        November 7, 2016

        Hahaha gak ada yang spesifik mbak. Tapi emang aku selalu penasaran proses bagaimana pertemuan dua orang yang pada akhirnya memutuskan untuk hidup bersama. Nggak melulu orang lokal dengan asing, siapapun sih, suka denger cerita2 mereka. Buku bertema itu juga aku suka baca 🙂

        Reply
  5. Pink Traveler
    November 5, 2016

    Cariin aku bule dong mbak #langsungunfriend hahaha

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      😀 nggak lah Na…lempar menyaan!!!

      Reply
  6. Nengbiker
    November 5, 2016

    Pizzanya kayaknya wenak gituu.

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      He he he…embeeer…maknyoos..tapi lebih enak nasi rendang maaak 😀

      Reply
  7. Vera
    November 5, 2016

    Aku ngakak bacanya mba 😀 . Kayaknya sistem ortu batak itu kurang lebihnya sama ya, pingin anaknya jadi pns. Dari dulu jg kalau diisengi diajak nikah sama pariban langsung mewek, pinginnya sama bule hahaha. yg aku suka dari bule ya kyak yg kamu bilang mba, cara berpikirnya lebih luas dan gak gengsian. Btw, suaminya dikasih marga gak sih mba pas nikah dulu ? soalnya tante ku (yg non-batak) wktu nikah dapat marga, yg cowok gitu juga gak sih mba ?

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Hello maaak…suami marga Saragih. Mak sama bapak minta diadatkan, dia nggak keberatan…namanya menghormati orang tua ya…

      Reply
  8. Fanny f nila
    November 5, 2016

    Mbaaàa kita sama ih pdapatnya ttg suami batak :p. Aku jg batak mba.. papa mama ku batak.. tp aku ga prnh mau pacaran apalagi nikah ama sesama suku :p. Gara2nya ya aku tau co batak kebanyakan nuntut anak co, kayak papaku tuh.. sampe anak k4 br dapet co. Aku ogah dpt suami gitu.. makanya aku lbh milih solo utk jd suami :p. Lbh kalem dan bisa nyeimbangin aku yg lbh emosional 😀

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Jadi sekarang sudah bisa duduk manis gitu 😀 ha ha ha…aku suka banget gayanya orang Jawa mbak Fan..teman dekatku juga dari Solo…tutur katanya , sifatnya lembuut 🙂

      Reply
  9. monda
    November 5, 2016

    ha.. ha… banyak yang kepo ya Dew…?

    aku keponya ini aja deh soal ijazahmu bisa dipakai kerja di sana? ada penyesuaian ?
    kalau dalam negri kan tenaga medis lulusan luar harus ikut penyesuaian dulu
    dan juga 2 temanku drg lulusan dalam negri pindah ke Amrik ikut suami ijazah drgnya nggak terpakai, harus ikut pendidikan lagi
    yang nggak mau kuliah lagi cuma bisa kerja sebagai tenaga administrasi atau jadi perawat gigi

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Waktu itu mereka hire dulu, baru semua ijazahku dicek, Trus ya udah sama kt mereka sistemnya..Tapi itu di Greenland. Di Denmark ini aku harus ikut tes. Masih nunggu info dari Depkes 🙂
      Iya, banyak sih yang akhirnya kerja nggak sesuai dengan background di Indonesia..Sayang memang 🙂

      Reply
  10. shujindakara
    November 5, 2016

    gak dapet pertanyaan itu ya….gak sayang? udah susah-susah jadi PNS? soalnya itu sering ditanyain ke saya, padahal suami saya bukan bule :p

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Ada, banyak banget malah yang nanya itu terutama teman kantor 🙂 Mbaknya keluar juga kah`?

      Reply
  11. erickaregy
    November 5, 2016

    senasib mbak kita 🙂 tapi kita bahagia ya mbak meski banyak yang mencibir hihii .. kita tidak pernah tahu jodoh dengan siapa .. meski kita mati-matian cari bule, kalo gak jodoh ya ga bakal ketemu, dan begitu sebaliknya mati-matian cari orang jawa, sunda, madura, indonesah 😀 tapi ya kalo ga jodoh ga akan ketemu .. pls deh teman-teman jangan asal judge hehe ehh curcol

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Eh mbak Ericka suaminya bule mana?

      Reply
      • erickaregy
        November 5, 2016

        dari Belanda mbak 🙂

        Reply
        • dewi
          November 6, 2016

          Haah…negara mantan 😉 dimana skrg mbak tinggalnya, kali aja kt bisa meet up ya

          • erickaregy
            November 6, 2016

            hahahaha boleh2 mbak .. skr masih di Indonesia 🙂 masih proses u/pindah ke belanda

          • dewi
            November 7, 2016

            Lah aku kira kamu udah di Belanda loh say 🙂

  12. Anita Makarame
    November 5, 2016

    Jawaban yang paling jitu adalah JODOH, ya Mbak. Haha
    Kapan2 boleh nih suami kita masak bareng, Mbak. Hehe

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Hello maaak ..boleh banget maak…dimana kita jumpa mak? 🙂

      Reply
  13. Nunung Yuni A
    November 5, 2016

    Aku sih naksir jepretannya mbak Dewi.Keren keren ya. Foto ngeluarin pizza aja kok kelihatanya keren dan bagus ya. Foto bunganya juga. Bagus-bagus mbak jepretannya..

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Ha ha ha..makasih mbak Nung 🙂 jadi berbunga2 nih 😀

      Reply
  14. rita dewi
    November 5, 2016

    Dulu… duluuuuu sekali. Saya pernah punya cita2 menikah dengan bule. Terserah mau dr negara mana yg penting bule. Muehehehe. Ternyata dikasih Tuhan jodohnya sesama jawa tulen hihihi…. yasudah sik. Terima aja. Yg penting bahagia. Hahaha….

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Iya mbaak, sudah itu jodohnya 🙂 yang penting bahagia, dan sehat selalu. Sama bule juga banyak yang berakhir kisruh 🙂

      Reply
  15. Dewi Ratih Purnama
    November 5, 2016

    Nah iyaa klo nonton film asing sering ada adegan cowo masak,ternyata emg biasa yaa suami ikut ngedapur.. Masak pun jadi asik dan gampang keliatannya… Itu pizzanya gede banget dew 🙂 enyaak. Fotonya keren2, cerah banget

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Hi mbak Dew..iya, suami doyan masak…kadang kt malah kayak kompetisi gitu makanan siapa yang paling enak 😀 Makasih ya mbak buat pujiannya….sun dulu aah xoxo

      Reply
  16. Mamizeno
    November 5, 2016

    Dulu pacar asli Batak semua…Ada brp ya? Tapi yg ketemu belagu semua…ha..ha…katanya aku yg terlalu tualah..kurang cantik lah..kayaknya semua main fisik…nggak banget dah…akhirnya banting setir..mobil kali..ha..ha..masa sih gk ada cowok g mau…dan janji dlm hati gk mau sm org Batak…ha..ha..cari bangsa lain aja…eh jd curhat…untung ada abang bule yg baik hati dan tidak sombong…halah…Puji Tuhan Desember thn ini 8 thn pernikahan…amin..Sukses buat Dewi..GBU.horas

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Huaaaa…senang aku bacanya ..selamat anniversary yang ke 8 nanggi 🙂 Tuhan memberkati <3

      Reply
  17. monalisadeborah
    November 5, 2016

    Mbak, ini salah satu pergumulanku juga lho mbak dew..karena ngeliat sendiri dari keluarga batak gimana..selama aku di keluarga besar yang maradat banget aku kadang kurang nyaman karena mereka kayak begitulah mbak dew kadang memaksakan kehendak demi adat dan bener kadang sampai ada juga yang maksain ngirit hidup demi pesta adat -_-”…aku juga kesel kadang wanita tuh kayak di kelas duakan gitu di dalam adat. Aku prinsipnya sama sih, mau suami atau istri saling kerja sama dalam membagi pekerjaan rumah, paling ga suka liat pria nyantai2 doang dirumah dan berprinsip kalo kerjaan rumah tangga dan ngurus anak itu semua beban istri.

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      I feel you Mon…makanya aku jujur sih ditulisan ini. Apa adanya. Ya begitulah di adat kita. Masih susah,ketua adat bisa marah kalau kita keluar jalur. Keep praying dear, siapapun jodohmu, mau itu orang Batak atau bule, sudah diatur sama Tuhan 🙂

      Reply
  18. Dedy
    November 5, 2016

    Trima kasih tulisanny bikin saya jdi bikin bangga sama ortu krn selama ini aku didik utk bs ngerjain semua urusan rumah tangga walau diriku laki-laki, tdk ada beda dng wanita. Trnyata didenmark sprti itu ya…. terima kasih trima kasih

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      He he he..kece ah mas Dedy nya suka beberes urusan rumah..salut! 🙂

      Reply
  19. Vita Masli
    November 5, 2016

    Jdi Nielsen itu dri nama belakang suami,mba? Hahshaha awalnya kupikir kerjanya di AC Nielsen loh.. hahahaha

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      😀 hua ha ha ha ha ha….kocaak 😀 Iya itu nama belakang suami..tadinya mau ditambahi nama tengahnya juga karena itu juga marga, tapi semak banget di passport 😀

      Reply
  20. indriyas
    November 5, 2016

    sudah tertutup pintu untukku skarang, ga berani lirak lirik lagi hihihi apalagi ngilirk bule

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Ha ha ha..udah taken ya mbak Indri 🙂 setialah mbak 🙂

      Reply
  21. fransisca anetzeder
    November 5, 2016

    Dewiiiiii…!tulisan ini “aku” bangeet,tryt pengalaman kita sama,sama2 dikepoin org2.ternyata isi “kepala” kita sama,knp akhirnya memilih suami bule.bukan krn pgn tinggal di luar negri.maap nih yee,klo mau ke LN aja sih,ga perlu nikah sm bule,kita jg mampu sndri yaa cyiin…tp krn emg jth cinta nya sm bule&cocok nya sm laki laki yg kebetulan bule.tryt kita sama jg,bahagia dan nyaman dgn suami bule kita,yg memperlakukan laki laki dan perempuan setara….Thanks God!

    Anyway btw busway…keep writing sist!! kisses from Deutschland

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Love you babe..senang banget baca komenmu ini dan thanks ya buat chit chat kita malam ini…ooh I love you so much 🙂

      Reply
  22. Hastira
    November 5, 2016

    sebetulnya semau tergantung diri sendiri, nyaman bersamanya lets go

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Embeeer….lets go ajaah 🙂

      Reply
  23. Sri
    November 5, 2016

    Aduhhhh… Cari pria bule kmn???
    Sesudah bercerai dengan batal totok???
    Waktu gadis punya pacar swiss…. Benar emak nantang habis… Jadi deh dng batak totok….
    Sekarang parahhhhhh
    Saya malah pacaran ama Bahrain?
    Tapi ngak fanatic Dan cool….
    Ada saran ngak???
    Ha ha ha

    Reply
    • dewi
      November 5, 2016

      Ha ha ha..sarannya?? dijalanin ciint…jodoh itu rahasia tooh 😉 bisa nerima, nyaman dan ada damai sejatera kuncinya nya sih menurutku 😉

      Reply
  24. MEI WULANDARI
    November 5, 2016

    Mbak salam kenal ya, aku Mei dan baca tulisanmu ini dari awal sampai akhir. Wow amazing.
    Mb Dew dl pertukaran pelajar keren.
    Oh itu ya alasan nikah sama bule aseeek. Pizza nya enak sepertinya

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Hello mbak Mei, salam kenal juga…Makasih ya udah berkunjung 🙂

      Reply
  25. Reni Dwi Astuti
    November 5, 2016

    Menarik ceritanya…kebanyakan baca2 cerita ttg suami bule itu emang care banget sama urusan tetek bengek di rumah…mgk krn disana nggak ada sistem patriarki kayak di Indo ya…dan kesadaran kesetaraan gender sdh mengakar disana… saluut mbak…semoga mjd keluarga yg bahagia selamanya

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Amiiin…makasih mbak Ren..kebanyakan sih begitu mbak bule2 disini, dikarenakan juga mereka udah hidup sendiri ketika mereka sudah bisa cari pekerjaan sendiri dan sewa flat..

      Reply
  26. Ah mbak, lucky of you! I wish they guy that I like since 6 years ago would’ve same feeling like the way I do

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Sekarang gimana mbak El? masih ada kontak ? *eh kok jadi penasaran 😀

      Reply
      • Elnienesia Meirinza Putri Dewa
        November 12, 2016

        Masiihhhh :))) he’s been so helpful like an angel without wings. Kayaknya komen kolom nggak cukup >.< *lalu pengin curhat
        Tapi beda umurnya jauh memang, beda 27 tahun, mbak. Dan kayaknya itu jadi concern dia. Karena aku pernah bilang suka sama dia ditahun pertama kita kenal dan itu yg dia blg, and he expected me to think him like a brother, uncle, whatef lah ya itu. Because the age. Tapi sekarang kita masih berhubungan krn kerjaan. Cuma ya memang he's too good to be just friend as I said so. Dan aku masih belum bisa move on eventhough udah beberapa kali pacaran dgn org lain. Should I tell him again the way I'm feeling about him?
        Oiya aku udah follow/subscribes blog dirimu. Thank you for following me too ^ ^

        Reply
        • dewi
          November 12, 2016

          Kalau mbaknya siap menghadapi semua konsekwensi beda umur, ya maju saja, Yang berhubungan dengan hati dan perasaan emang hak setiap orang. Kalau mau jujur ke dia, ya kasih tau aja biar nggak mengganjal. Yang penting udah terbuka 🙂

  27. Hilda Ikka
    November 6, 2016

    Huweeee bikin iri. Aku pun sebenernya pingin nikah ama bule, tapi yaudalah dapet jodohnya orang pribumi. Disyukuri saja

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Iya mbak..yang mana juga oke kok…Selama pendamping kita itu orangnya penuh kasih dan sayang 🙂 itu lebih dari cukup.. 🙂

      Reply
  28. Wendy Febrianty
    November 6, 2016

    kaaakkk… cariin buat aku donkk… buakakakakkkkkkkk

    Reply
    • Wendy Febrianty
      November 6, 2016

      selalu suka kalimat2 terakhirnya… kaaakkk… cariin buat akuu donkk buaaakakakakkkkkkk

      Reply
      • dewi
        November 6, 2016

        Ha ha ha ha….kalau ada stok pasti di woro woro 😉

        Reply
  29. Adhi Artadhitive
    November 6, 2016

    Kalo mbak dewi nikah sama bule, aku sebenernya juga pengen sih punya calon diluar indonesia…
    biar makin sering keluar2 gitu… tapi mikir lagi… buat makan aja susah apa lagi buat ngumpain si dia…

    Yang terpenting langgeng terus deh buat mbak dewi,..seru baca ceritanya
    Salam kenal …

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Salam kenal mas Adhi 🙂 trus sekarang calonnya udah ada ? 😉 penasaran 😀

      Reply
  30. prananingrum
    November 6, 2016

    penasaran ma abang bule nya mbak..fotonya kok dipotong he3….dulu aku pingin banget punya suami bule kayake romantis gitu ya, kalau naik mobil dibukain pintu duluan he3 :). ditempatku soale banyak bule bersliweran mbak.tapi tidak berjodoh dengan bule.jodohnya ma orang indo aja

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Hello mbak ..Makasih udah berkunjung yaa..senang banget 🙂 Si mas malu kalau aku photo trus dimasukin ke blog atau sosmed..mana adiknya juga gt..nggak pernah mau di photo 😀

      Reply
  31. sarah
    November 6, 2016

    Akhirnya bisa juga kukomen disini. Dah berapa x gagal trus. Ternyata prosesnya lama juga ya jeng. Salut sama Abang bule, tetep setia menanti#cuit..cuit..
    Abang bule nggak diajarin buat masak2an lokal jeng? Sambal Tuktuk Kalo dibuat disana pas musim dingin gitu kayaknya enak tuh, maknyos. Tambah keren deh si Abang. Hahahaha.. Ngomongin soal cowok, kayaknya hampir semua rata2 cowok kayak orang bataklah. Mantanku orang Jawa asli, tulen. Tapi kelakuannya kayak orang Batak lah, lebih kurang sama dengan. Bikin capek hati #upss, jadi curhat
    Btw, bagian akhir nih kukomen, jika, Kalo, seandainya, jikalau dirimu ada niat berubah pikiran, aku daftar 1 ya jeng. Wkwkwkwk #dilemparisepatu,kabuuur..

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Ha ha ha ha…sepatu emas ya aku tangkap 😀
      Suami bisa masak, kadang dia masak rendang, sup Thailand dsb. Ya cowok Batak, rata rata begitu sih yang aku lihat, mungkin karena udah didikan dari budaya ya …

      Reply
      • sarah
        November 28, 2016

        Pinter bikin sup juga ternyata ya Abang bule. Tambah plus lagi tuh. Kalo cowok Batak /yang kebatakan #upss,maaf biasanya alergi turun ke dapur. Apalagi bantu bantu di dapur, beuh mending baca mereka. Kalo kupikir mungkin karena mereka liat ortunya yang laki gitu kali, jadinya ngikut. Karena menurutnya itu benar #meniru

        Reply
  32. Dewi Adikara
    November 6, 2016

    lucu dan asiik.. mbak dewi bagi pizzanya dong.. semoga selalu bahagia dengan suami, kalau saling bantu memang rasanya lebih bisa menikmati hidup:-)

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Hello mbak Dew..suka pizza ?? Gampang banget buatnya mbak 🙂 lebih susah buat rendang 😀 Amiiin…makasih doanya ya sayang 🙂

      Reply
      • Dewi Adikara
        November 6, 2016

        iyaaa mbaa… suka banget pizza homemade, Mamaku dulu suka buat pizza.. jd kangen n pingin belajar.. klo rendang aq jadi penikmat aja soalnya byk yg blg susah buatnya.. hihihi..

        Reply
        • dewi
          November 6, 2016

          Ha ha ha ha…aku juga mau belajar buat rendang padang ya cetar itu..selama ini rendang biasa2 aja ..

          • Dewi Adikara
            November 6, 2016

            klo berhasil share ya mbak:-P

          • dewi
            November 6, 2016

            he he he he…maluu

  33. @eviindrawanto
    November 6, 2016

    Ngakak membaca tulisan Mbak Dewi. Jadi banyak banget yang heboh dirimu nikah dengan bule ya mbak. Sebenarnya aku juga tipe orang kepo an, Kok bisa ya si anu menikah dengan bule, ketemu di mana? Untungnya kepo nya aku tidak pernah keluar, terhalang oleh membayangkan pada diri sendiri. Sebab aku juga tidak suka ditanya hal-hal yang terlalu personal ..:)

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      He he he..aku sih bisa memaklumi karena aku juga dl begitu mbak..tapi semakin kesininya, makin diusilin ternyata sakit banget 😀 aku pikir kalau setiap orang pernah berpengalaman denga n gegar budaya, aku percaya cara berpikir mereka senantiasa akan diubahkan 🙂

      Reply
  34. Ratri
    November 6, 2016

    Hi mbak Dewi, setelah kubaca memang perjuangan ya kalau berjodoh sama orang bule, tapi seneng happy ending, hehe. Dulu sempet kepingin dapet jodoh bule, tapi apa daya kepincutnya sesama pribumi dan belom ke pelaminan #ehgimana.
    Oiya, gara-gara liat foto pizzanya perut langsung kroyokan, hehe…. salam kenal yaa

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Hello Ratri sayang…makan dulu gih 🙂
      Kalau udah jodoh ya lanjut toh neng 🙂 Yang penting langgeng dan rumah tangganya bahagia..itu sih intinya 🙂

      Reply
  35. cerita4musim
    November 6, 2016

    Sepertinya Q&A nya mewakili banyak binbul ya Dew 🙂
    Mesti stok sabar banyak deh buat yg nanya2 kek gini…

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Binbul..baru tau singkatan ini 😀 ha ha ha..Bener say, extra sabaar 🙂

      Reply
  36. lennyromauli
    November 6, 2016

    Postingan K2 yg terakhir aku bgt Ka..

    Curhat ya Ka..
    Aku sangat suka adat istiadat krna merasa itu adalah bagian dr kekayaan Indonesia, tp kalau berlebihan dalam aplikasinya malah engga suka Ka.. Bahkan seandainya aku menikah dengan org Batak, aku ingin pernikahan yg sederhana, engga pakai sasak plus melatinya (kalau melatinya aja mau) dan kebaya plus songket Palembangnya.. Cukup pakai kain/asesoris adat Batak saja.. Aku akan ngomong gt sama calon suamiku (jika dia Batak) Ka.. Hahaha..

    Aku pernah punya “Abg2” org Batak Ka..
    Dia sih rajin masak, tp pernah tertulis olehnya dalam percakapan bahwa nanti isterilah yg harus memasak untuk suami, kan jadinya males liatnya Ka.. Mending ngomongnya pake bumbu candaan, rasanya sih dia serius..
    Akhirnya kita break krna dia super cuek dan sering tidak tepat janji.

    Saat di PT, aku mengenal beberapa teman yg lanjut kuliah dan pertukaran di LN. Rasanya senang sekali, apalagi punya teman bule (pacar kalau bisa).
    Krna belum kesampaian belajar di LN, saya lanjut sekolah lagi dgn harapan bisa ke luar entah dalam rangka riset atau rangka yg paling tipis sekalipun.. Hahaha.. Dari sanalah aku bermimpi ingin punya suami seorang bule. Umur sih engga masalah buatku krna aku menyukai yg lebih tua dariku. Yg si abg Batak malah beda lebih dari 15thn Ka..

    Keluarga sih umum lah ya Ka..pengennya aku sama Batak jg. Aku pernah seloroh dgn Namboruku (yg kuanggap mamaku) gmana seandainya aku menikah dgn bule. Jawabannya fantastis, “Gpp lah, kan blm ada keluarga kita yg nikah sama bule” Kocak..

    Dgn keadaan skrg, aku selalu diingetin ttg sudah punya pacar atau blm, jgn tinggi2 kali sekolah krna takut pria2 minder, ingat usia, usahakan cari yg PNS/BUMN.. Hmm..
    Pastilah aku pengen punya pasangan, tp belum jodoh mau gmana..

    Cariin dong Ka… *lempar email bule
    (Biar samaan)

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Wah..bacanya sambil teringat curhatan beberapa teman, dan pengalaman pribadiku sendiri sih Las..Dalam budaya kita, adat Batak memang kita diingatkan jangan sampai kita melawan arus. kalau nggak nanti keluar, na so maradat do ho! Tuduhan kayak gini kan nggak enak banget yaa…Well I wish you the best buat cita cita melanjut ke luar yaa..Siapapun pilihanmu untuk berumah tangga, pastikan kalau dia adalah yang terbaik, dan tau how to treat woman right 🙂 Have a blessed day dear 🙂

      Reply
  37. April Hamsa
    November 6, 2016

    Seru mbak kisah cintanya, sampai akhirnya nikah ma WNA 😀

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      He he he..gitu deh mbak..:) habisnya banyak yg kepo siih 🙂

      Reply
  38. denaldd
    November 6, 2016

    Seru Dewi baca ceritanya. Tahun 2002 sudah jadi PNS, aku masih kuliah tahun segitu hehe *lah bahas umur haha. Aku dulu juga niat banget ga pengen kawin sama orang Jawa, padahal aku Jawa. Entahlah, ga sreg aja sama lelaki Jawa, makanya 3 kali pacaran sama Batak, 1 batak nyaris nikah kami (marga Siahaan). Tapi semua terhalang Agama. Eh ndilalah kok dapat bule. Dijalani aja meskipun musti meninggalkan kerjaan jadi dosen (sudah ngajar beberapa kali, tapi belum pengangkatan PNS) sebelum lulus S2. Pas dilamar suami, sudah dapat beasiswa S3. Makanya waktu itu jawabnya lama. Musti mikir panjang karena ngelepasin karier. Pengorbanannya memang besar ya kalo ngikutin suami. Orang ngelihat seneng2nya aja. Aku juga banyak lho Dew yang nanya2 tentang kisah ketemu suami, mereka minta aku nulis di blog. Akunya males, biar mereka penasaran haha. Malah ada yang nanya kami menikah secara agama apa, suami agama apa, suami sunat apa ga, duh pokoknya banyak banget deh pertanyaan aneh2. Kujawab sih, tapi ga kujawab langsung. Malah jawaban pengandaian haha. Biarin makin kepo.
    Btw Dew, yang ttg komen di blogku ga bisa2, sesuai email balasanku ke kamu, aku bener2 ga tahu kenapa. Karena blog kami memang ga ada settingan khususnya. Soalnya yang lain bisa2 aja komen. Jadi aku bener2 ga tahu kenapa kamu ga bisa komen.

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Hello Den sayang..kamu cetar banget ..udah S3..trus pie? nggak disambung di Belanda?
      Wah, kalau jadi kian sama orang Batak, mar eda lah kita ..ha ha ha…Aku dulu sukanya liat orang Manado, atau Jawa Solo..bule ya kalau ada yang mau aja waktu itu..nggak neko neko lah mimpi ama bule..Ya puji Tuhan ada yang lamar 😀 walau tantangannya buanyaaak….Aku PNS thn 2003 say..kenal suami 2002.
      Trus mengenai komen di blogmu, aku udah 4 kali coba komen ..pas aku komen, dia muter2 gitu sampe lama..aku liat yg lain kok bisa komen ya..ntar aku coba lagi, trus kasih screenshoot deh ke kamu Den…

      Reply
      • denaldd
        November 6, 2016

        Ga jadi kuambil Dew S3 nya. Dengan berat hati kulepaskan. Duh padahal kalo diingat2 sayang banget. Perjuangan setengah mati itu dapetnya. Musti ngelobi professor2 di sana buat jadi supervisorku. Ehhh begitu dapat, beberapa bulan kemudian ketemu suami. Buyaarrr segala rencana masa depan yang sudah dibangun di Indonesia. Aku sampai dipanggil Dekan karena nolak beasiswa itu haha. Ya pegimana Pak, namanya masa depan ga ada yg tahu pastinya. Tiba2 jodoh diturunkan Tuhan haha. Sekarang kepikiran mau kuliah lagi Dew, tapi ga S3 dulu. Mau ambil S2 lagi. Tapi sambil cari kerja tetap juga karena sekarang parttime. Ya sudahlah, jalani aja. Sampai dosen2ku di sana bilang : kalo ga dapat kerjaan di Belanda, di kampus masih butuh dosen haha. Dan bos2ku di kerjaan sebelumnya juga sering kirim email bilang : kalo ga betah di Belanda, posisi di kantor masih terbuka lebar huahaha mereka menggodaku.

        Reply
        • dewi
          November 6, 2016

          Betul itu pak dosen. Yang pasti pintu jangan ditutup.. Kali aja ntar bisa jadi dosen tamu ke Indonesia..Dosenku soalnya ada yg gitu..dia sering ngajar juga ke Eropa sesekali…
          Ambil jurusan apa say? Aku salut kali lihat perempuan Indonesia yang tetep semangat mau kuliah..Maju Den, aku sorakin dari sini..;) Harumkan nama keluarga ..Mereka pasti bangga sekali 🙂 eh udah aku email ya 🙂

          • denaldd
            November 6, 2016

            S1 statistik. S2 teknik industri. Nah rencananya mau ambil s2 di belanda sini jurusan strategic product design karena jurusan ini sudah kuincer sejak dulu kala dan ada hubungan sama kerjaanku yg di Jakarta dan tesis ku s2 kemaren ada hubungannya juga. Jadi mau memperdalam lagi. Suami saran supaya aku langsung s3 aja, tapi aku belum sanggup haha. Belum seniat itu, ntar lah pelan2 kalo niat. Hahaha aku orangnya suka penasaran Dew makanya pengen belajar ini itu. Aku juga suka kagum lho sama perempuan Indonesia yang kerja di LN, apapun bentuk kerjanya dan dalam bidang apapun. Nah kayak kamu gini bidang kesehatan, juga kukagumi Dew. Keluargaku banyak yg kerja bidang kesehatan. Dulu aku nyaris masuk kedokteran, tapi ga jadi. Otakku ga kuat kayaknya haha mending itung2an aja. Tahu diri akunya. Sukses selalu juga ya Dew buatmu. Kalo ga keberatan, boleh diceritakan ttg seluk beluk kerja di sana atau seluk beluk cari kerja. Jadi ada gambaran 🙂

        • dewi
          November 6, 2016

          Ih keren banget jurusan Statisik. Itu kelemahanku waktu kuliah dulu 😀 ha ha ha..pusing banget belajar Statistik. Hebat kamu Den! Sukses juga buatmu sayang…Ntar aku ceritain di blog ya yang bagian itu. Makasih banyak buat masukannya…Have a great day Den 🙂

  39. Rosanna Simanjuntak
    November 6, 2016

    Dulu aku juga punya pengalaman pahit tentang cowok Batak. Tetangga di sebelah rumah suaminya sangat kasar apalagi saat marah sama anak, isi kebun binatang keluar semua. Karena rumah kami nempel dan dari kayu, jadi bisa dengar. Intinya, pikiranku sudah negatif sama cowok Batak alias kagak selera.

    Ternyata aku salah, suamiku sekarang dari Tapteng sih, sama kayak si Abang, mau ke pasar dan bantu kerjaan rumah… sesekali 😀

    Hampir 25 tahun sekarang, Alhamdullillah…

    Banyak suka-dukanya. Apalagi saat 7 tahun belum dapat momongan.

    Jadi pengen buat postingan 🙂

    Reply
    • dewi
      November 6, 2016

      Tuh kan, kita yang cewek batak setuju …yg tersinggung ada sih beberapa, udah aku delete…ha ha ha…terutama yang cowok batak kak…Puji Tuhan lah suami kakak baik dan sayang istri…Yang kek gini kan jarang kali kak…bisa dihitung lah…Mana kakak lama dapat momongan pula 7 tahun! wah…luar biasa..
      Buat kak postingan ttg kisah percintaanmu 🙂

      Reply
  40. Ratna Dewi
    November 7, 2016

    Sahabat dekatku juga menikah sama bule tapi Amerika dan mereka tinggal di Amerika sekarang. Memang katanya banyak orang jadi ‘kepo’ ketika punya pasangan bule. Apalagi pas masih pacaran.

    Reply
    • dewi
      November 7, 2016

      Oh ya mbak..salam buat temannya ya mbak Ratna.. 🙂 sesama pelaku kawin campur sama sama ngerasain diusilin 😀

      Reply
  41. Sandra
    November 7, 2016

    Mba Dew, poto2nya aseli keren, pake kamera aposeh? #salfok XD
    Bule or Indonesia kalau jodoh ngga kemana yess… Aku baca banyak orang2 yg penasaran bersuamikan bule kl aku dulu malah seneng sama orang Jepang, tapi ya kagak jodoh ya udah siih dapetnya Indonesia ajah & tetap bersyukur 😀

    Reply
    • dewi
      November 7, 2016

      Hello San..aku pake Nikon.. 😉 Thanks buat pujiannya 🙂
      Semua sama aja ya San..mau wn apa saja, yang penting sama sama sayang lah 🙂

      Reply
  42. Yessi Greena
    November 7, 2016

    Tapi memang udah jodoh itu kurasa…hehehehhe…

    Aku juga agak ribet kutengok adat-adat Batak ini, kan. Massam-massam….tapi kadang-kadang rindu juga awak.
    Untunglah awak dapatnya orang Jawa 🙂 Ribet juga sih, tapi ga terlalulah dibandingkan dengan adat kita.

    Reply
    • dewi
      November 7, 2016

      Ha ha ha..pas mai .. 😀 banyak kali tetek bengeknya..duuh nggak masuk akalku kadang… 😀

      Reply
  43. imeldasutarno
    November 7, 2016

    mbaaak, foto-fotonya juara ih…..Btw muka mas bulenya kok ndak pernah dimunculkeun di posting sih? #kepo

    Reply
    • dewi
      November 7, 2016

      Makasih mbak Imel 🙂 si masnya pemalu mbaak…mohon maklum yaa 😛 tapi di fb ada kok photonya 🙂

      Reply
  44. Ditaa
    November 7, 2016

    Mbak Dewi lucu banget sih ngebandingin bule sama Batak. Aku sih pacar, ga masalah mau ras atau etnis apa saja. Tapi yang penting prinsipku adalah: Think globally, date locally 🙂

    Reply
    • dewi
      November 7, 2016

      Aseek think globally, date internationally 😀 hua ha ha ha ha….For personal reason aja mbak Dit 🙂

      Reply
  45. Mia Halsen
    November 7, 2016

    Horeeee… Aku masih PNS lhooo…

    Reply
    • dewi
      November 7, 2016

      Ha ha ha..enak duunk masih ada status disana…:D

      Reply
  46. iamnovimanik
    November 7, 2016

    orang indo emang suka kepo kalo liat cewek lokal jalan ama bule mb, entahlah kenapa. padahal kalo buat aku ya sama aja, yg bedain chasing ama kesetaraan gender, apalagi di jawa, masih kental juga kok.

    Reply
    • dewi
      November 7, 2016

      Rata rata hampir seluruh Indonesia ya katanya begitu …

      Reply
  47. sarah eyie
    November 8, 2016

    teman saya juga ada orang batak, dan memang bela belain habis2an hanya utk ikuti adat nya, dan demi nyenangin orang tua juga, akhirnya setelah itu mengeleuh kurang ini kurang itu.. ( tapi itulah tradisi ya, yang sebagian orang mungkin masih menjunjung tinggi ) ,namun untuk kak dewi, saya salut punya komit utk masa depan nya sendiri…Semoga langgeng ya kak sama suami dan keluarga ke2 belah pihak…..aku senang ngikutin cerita kak dewi selama di denmark…bukan pengen kepo loh, tapi apapun yang kak dewi ceritakan selalu asik untuk dibaca 🙂

    Reply
    • dewi
      November 8, 2016

      Amiin. Makasih Sarah sayang..Walaupun prosesnya panjang banget ya buat dapat restu..11 tahun! 😀 ha ha ha..karena aku bukan tipe pemberontak, takut banget ngelawan orang tua, jadinya ya didiemin aja waktu itu, makanya lama. Ya lega sih endingnya bisa begini…udah masuk ke 4 tahun usia pernikahan kita Sar..
      Makasih yaa udah suka baca …rasanya puas banget kalau banyak yang mengikuti dan menikmati 🙂

      Reply
  48. Winda Carmelita
    November 8, 2016

    Mbak, pertanyaan mendasar, si Abang tau emailnya Mbak darimana sih? Hahahaha … ‘Kan nggak sekantor ya? *minta resep agar dilirik oleh yang disebelah :))

    Reply
    • dewi
      November 8, 2016

      😀 ha ha ha ha…Setelah kita kenalan beberapa minggu, dia minta nomor telpon sama email mbak Win. Kaget juga waktu dia kirim email, karena dia aslinya waktu itu cuek banget, dan juga dia tau aku ada pacar waktu itu..
      Good luck ya buat yang disebelah 😉

      Reply
  49. Emakmbolang
    November 8, 2016

    Pertanyaan yg sama yg sering ditujukan padaku. Apa bedanya nikah sama orang indonesia? Trus aku harus jawab piye? Nikah ya satu, sama suami India, tahu bedanya gmn???? Hehehe

    Reply
    • dewi
      November 8, 2016

      He he he…kena juga ya mak 😀 mungkin kalau udah pernah nikah sebelumnya baru bisa ngebandingin ya mak 😀

      Reply
  50. Dee
    November 8, 2016

    Aseeeeeek

    Reply
    • dewi
      November 8, 2016

      Ember ciint 😀

      Reply
  51. agi pranoto
    November 9, 2016

    fotonya kenapa selalu stunning sih mbaaakkk adoohhh jadi gemezzzzz pengen tak jadiin wallpaper hueee

    back to the topic, emang saya dulu nyari suami juga yang mindsetnya tidak terlalu adat mbak, karena ribet. untungnya dapet suami yang agak-agak liberal & gak terlalu mentingin adat meskipun adat jawa gak terlalu banyak nuntut ini itu tapi rasanya gimanaaa gitu.

    Reply
    • dewi
      November 10, 2016

      Makasih mbak Agi buat pujian cetarnya 🙂 kayak vitamin kalau dipuji 😀
      Samalah mbak..aku juga males berurusan sama adat…karena seringnya terlalu complicated..bikin susah.

      Reply
      • Enny Mamito
        November 21, 2016

        Mbak Dewi juga sering masak masakan Indonesia disana, mbak?

        Reply
        • dewi
          December 4, 2016

          Baru liat ini komen, maaf mbak 🙂 saya setiap hari masak mbak..setiap hari mostly masakan Indonesia..kadang saya masak makanan Danish juga, Italia juga atau Mexico…tp paling sering ya masakan kita mbak En.

  52. Dewey Wulandari
    November 9, 2016

    Mbak Dewi, tulisannya makin bagus Ihh, makin mengalir gaya berceritanya, apik banget..sukses terus yaa, lanjut nulisnya..
    Aku bersyukur suamiku pun suka bantu-bantu dan terjun ke dapur, meskipun hancur lebur berantakan gak karuan endingnya

    Reply
    • dewi
      November 10, 2016

      Makasih mbak Dewey sayang…I need your support too biar makin bagus ya 🙂 thanks so much yaaa…..
      Ha ha ha..samalah mbak, suami kalau udah action di daput jadi berantakan…

      Reply
  53. Arni
    November 10, 2016

    Satu yang selalu kukagumi dari teman2 yang menikah dengan bule adalah kemampuan adaptasi terhadap budaya setempat, sekaligus melebut dalam keluarga baru yang sangat berbeda.

    Reply
    • dewi
      November 11, 2016

      Embeeer mbak Arni..susahnya kalau dapat bule yang bukan bahasa Inggris bahasa utamanya .. 😀 butuh perjuangan 😀

      Mbak Arni, tadi aku main ke blog, belum ada ya postingannya?

      Reply
      • Arni
        November 11, 2016

        Eh, main ke blog yang mana nih, masa sih belum ada postingannya?

        Reply
      • Arni
        November 11, 2016

        Oalaaaah maaf. Salah naro link. Yang emak rempong memang belum update
        Tapi khan mbak dewi udah main ke ngiringmelali.com
        Sementara yang itu dulu deh 🙂

        Reply
        • dewi
          November 11, 2016

          Iya..mupeng diving ke Waktobi mbak 🙂 oh itu mak rempong mau buat blog baru? wah keren banget…

          • Arni
            November 16, 2016

            Maunya sih gitu. Tapi belum sempet ngutak ngatiknya. Soalnya mau curhat2 geje kayaknya di ngiringmelali kok yo gak cocok hehe

  54. nur islah
    November 10, 2016

    Suamiku mirip bule dong ya, dia sering masak, bersih2 rumah, ke pasar xixixi

    Reply
    • dewi
      November 11, 2016

      Rezeki banget mbak Nur dapat suami kayak gitu..Jarang loh…:)

      Reply
  55. ranirtyas
    November 11, 2016

    Mbak, bukan cuma orang Batak yang tidak mau turun ke dapur.. Di Jawa juga banyak yang seperti itu, tapi aku beruntung karena walaupun suami orang Jawa tapi beliau mau turun ke dapur (kalau di rumahnya sendiri).

    Reply
    • dewi
      November 11, 2016

      Iya, aku juga baru tahu, kalau ada banyak ternyata di Indonesia yang masih enggan turun ke dapur, kayak turun kastanya kalau bantuin istri masak dll.. 😀
      Beruntung ya mbak, suaminya mau bantuin..

      Reply
  56. Rizka Alyna
    November 11, 2016

    Saya nikahnya gak dengan bule mbak. Tapi dari awal menikah, saya sudah bilang kalau saya tidak cari suami yg kaya dg status sosial yang tinggi. Saya cari suami yang mau berbagi, termasuk berbagi tugas rumah tangga. Suami saya kebagian nyuci dan setrika baju. Saya menyapu dan ngepel rumah. Urusan masak dan cuci piring juga berbagi.

    Reply
    • dewi
      November 11, 2016

      wah ini kereeeen….baru kali ini ada yg cerita begini nih…Proud of you mbak Rizka! Bisa balance banget sama suami 🙂 cetar banget ya itu suami..salam yaa 🙂

      Reply
  57. Ery Udya
    November 11, 2016

    Kalau tentang adat itu mah emang luar biasa.

    Tapi gini-gini aku salut sama orang batak, hihihihi..

    Sampai bertahun-tahun kerja sama dg orang batak, dan ya bagus.

    Dan masalah bule, engkau mengingatkanku pada mantanku yang di Ausi, Mbak. Hahahahah

    Sukses terus, Mbak.

    Reply
    • dewi
      November 11, 2016

      Bah ..ha ha ha..bermantan bule juga rupanya mbak…Semoga dapat jodoh yang terbaik ya mbak Ery..yang manapun sama aja, yang penting sama2 menghargai dan mengasihi 🙂
      Makasih ya mbak, mbak juga sukses selalu ya 🙂

      Reply
  58. rani
    November 11, 2016

    Cerita Mb Dewi langsung terputar bagai film di imajinasi saya hahaha *kebanyakan nonton film drama 🙂

    Reply
    • dewi
      November 11, 2016

      Ha ha ha ha..kok kayak drama mbak Ran… 😀

      Reply
  59. inda chakim
    November 11, 2016

    mbk dewiiiiiiiii,
    kocak bgd sih cerita jadiannya, jd mgkin si abang bule sdh punya benih2 cinta gt ya mbk sblum dikau menjomblo. cieeeee…ahay, 🙂

    Reply
    • dewi
      November 11, 2016

      Ahaaay 😀 ntahlah..sampe sekarang dia tidak mengakuinya loh…alasannya aku tomboy banget…

      Reply
  60. Annisa
    November 11, 2016

    Foto-fotonya keren Mbak, tulisannya jugaa. Salam kenal ya 😀

    Reply
    • dewi
      November 11, 2016

      Salam kenal mbak Annisa…Makasih ya udah berkunjung 🙂

      Reply
  61. Observasi
    November 11, 2016

    ngoahahaha kocak cerita jadiannya x)
    Semoga bahagia terus, mbak 😀

    Reply
    • dewi
      November 11, 2016

      Amiiin 🙂 Makasih ya

      Reply
  62. Farida Sofwana
    November 11, 2016

    Duuuh Mbak, mau komen harus susah payah nih saking banyaknya tamu…Hahaha…

    Ternyata bukan sya sorangan yang cita-citanya péngin nikah dengan orang jauh, es alias banten o…:-D 😀

    Reply
    • Farida Sofwana
      November 11, 2016

      Sebagian teks kok ilang ya? Huaaaa….

      Maksudnya, suamiku juga orang barat lho, Mbak. Bagian barat bagian jawa alias banten…Hahaha

      Reply
      • dewi
        November 11, 2016

        Hello mbak Farida..maturnuwun ya udah singgah 🙂 ha ha ha…biasalah mbak lagi habis hajatan, jadi rame…
        Tulisan yang mana yang hilang ya mbak? saya cewek utuh semua ….
        Bagian barat lah yah sama aja orang barat ya 😀 ha ha aha

        Reply
  63. CatatanRia
    November 11, 2016

    butuh waktu 11tahun Mba wah so long, aku 4 tahun nunggu dikawinin aja berasa lama hihihi
    btw suamiku jg suka masak malah lebih enak masakan dia daripada saya 😀

    Reply
    • dewi
      November 11, 2016

      Ha ha ha..penuh air mata itu maak..aku maunya asap malah 😀 ha ha ha..tp jadi anak yang patuh sama orang tua ya beginilah maak 🙂
      Laki laki biasanya masakannya jauh lebih enak dari masakan kita yee

      Reply
  64. ZHARND
    November 12, 2016

    Ada keinginan untuk punya pasangan yang beda kewaragnegaraan, biar nanti anaknya punya pilihan untuk menentukan kewarganegaraannya, hehe. Dan saya tuh paling suka belajar budaya baru yang benar-benar beda. Have a long last and happy marriage ya tanteee 🙂

    Reply
    • dewi
      November 12, 2016

      Makasih ya say..jangan tante dunk 😀 ketuaan 😀 ha ha ha …panggil kk aja… 😉 Jadi suka produk luar juga ya Zha…wish you luck ya 🙂

      Reply
      • ZHARND
        November 12, 2016

        Produk mana saja saya oke sih kak, yang penting jodoh sampai mati hehe. Cuma kalo sama produk luar kan pasti ada tabrak budaya juga, nah itu yang saya pikir bakal keren banget xD

        Reply
        • dewi
          November 12, 2016

          Betul. Kalau jodoh ya mana bisa kita tebak darimana datangnya..Sampek tabrak kambingpun 😀 ha ha ha ha
          Mbak..blog mu kok nggak ada postingannya?

          • ZHARND
            November 12, 2016

            Saya beneran lagi doa nih kak, siapapun jodohnya nanti, pinginnya tinggal di LN, ngelahirin di LN, biar di akte tempat lahirnya kece hehehe. Ada mba, kalau berkenan silahkan berkunjung ke zharnd.net hehe masih amatir nih…..

          • ZHARND
            November 12, 2016

            Btw kak, saya masih imut, kelahiran 97 T_T jangan dipanggil mbak ._.v

          • dewi
            November 12, 2016

            Iyeee…aku panggil nama apa?

          • ZHARND
            November 12, 2016

            Iya panggil nama aja kak, nama saya Zahrah, artinya bunga 🙂

        • dewi
          November 12, 2016

          Udah sayangku,,pake itu bisa. Udah aku follow dirimu dan aku tinggalkan surat cinta 😉 selera liat makanannya 🙂
          Ah kamu mau dpt orang asing juga ya? udah ada calon?

          • ZHARND
            November 12, 2016

            Makasih banyakk! *pelukhangatdariMalangberhujan* spt yg pernah kubilang kak, siapapun okay yang penting satu visi dan misi (yaitu menciptakan perdamaian dunia, hehe). Belum…………hehe *nyengir*

        • dewi
          November 12, 2016

          Ha ha ha….semoga dapat jodoh yang tepat ya satu hari yang bener2 sayang dan punya satu visi dan misi. Amiiin
          Namanya cantik banget..BUNGA 🙂

  65. adeufi
    November 12, 2016

    seru ya.. suamiku bukan, bule.. tapi semua alasan mba dewi milih suami bule ada kok di suamiku. hehehe

    Reply
    • adeufi
      November 12, 2016

      itu webnya salah ketik… huhuhu

      Reply
      • dewi
        November 12, 2016

        Ada memang laki laki yang karakternya kayak suami mbak. Tapi langkaaaa…huaaa 😀

        Reply
  66. Hanum
    November 12, 2016

    semoga keluarganya bahagiaa ya siis,, makin langgeng deh..

    Reply
    • dewi
      November 12, 2016

      Amiiin mbak Hanum 🙂 makasih yeee

      Reply
      • dewi
        November 12, 2016

        Mbak URL nya sudah pas kah?

        Reply
  67. Vinz
    November 12, 2016

    kebayang yaa punya pasangan beda negara,, klo aku pinginnya dpet orang arab.. haa

    Reply
    • dewi
      November 12, 2016

      Hi hi hi..orang Arab ganteng ganteng ya mbak…ceweknya juga cantik cantik banget …

      Reply
  68. Okino Mosaa
    November 12, 2016

    Lama banget mak nunggunya… 11 tahun… o_o Mak, nggak takut di pecat jadi orang batak yaa??? hahaha *peace
    btw, mak ini kelas internasional yaahh… bule2 semua…

    Reply
    • dewi
      November 12, 2016

      He he he….kelas teri iya mak..nggak lah pake kelas mak..pake kasta iya 😀 ha ha ha…..Nggak lah dipecat mak, masih orang batak…

      Reply
  69. turiscantik
    November 13, 2016

    saya sih suami indonesia tulem, dulu saya pernah beberapa punya pacar bule tapi krn beda agama yaaa susah ya heheheh

    Reply
    • dewi
      November 13, 2016

      Hello mbak cantik..namanya siapa sih ?
      Semoga langgeng selalu dengan suami ya mbak 🙂 Indo tulen juga okeh 😉

      Reply
  70. nur rochma
    November 13, 2016

    Orang Indonesia kepo maksimal, eaaa… Aku nggak ikut-ikut deh. Aku punya teman dekat waktu SMA, yang nikah sama bule Australia. Anak-anaknya lucu! Sewaktu dia kasih kabar sudah nikah sama bule aku ikut senang. beberapa tahun kemudian jadi WN sana. Ya, meski di hatinya masih Indonesia,

    Reply
    • dewi
      November 13, 2016

      Sebenarnya lebih enak kalau bisa dual nationality mbak, kayak di Thailand..mereka bisa jadi wn negara suami, dan ttp wn thailand…

      Reply
  71. Ranny
    November 13, 2016

    hehehe benar banget mbak, kadar kepo orang kita emang tinggi dan menikah dengan orang luar itu sesuatu yang woow makanya ditanyai 😀 sepupuku menikah dengan orang Swedia, asik banget lihat cerita kesehariannya di FB or IG.. Nggak ada mau kepo wong lihat foto dan caption aja dah ckup hihiihih.
    Anyway, i love ur photowork! kereen..
    Salam kenal ya mbak ^^

    Reply
    • dewi
      November 13, 2016

      Salam kenal mbak Ranny..Jangan jangan aku kenal dengan sepupumu mbak 🙂
      Makasih ya dah suka photowork ku 🙂 senang banget …

      Reply
  72. Anindita
    November 14, 2016

    Salam kenal mba Dewi, btw kakak kandung saya juga menikah sama orang London.. she’s definitiely having people asking the same questions like you.. hihihi, jadi kebayang banget rasanya yaa.. 🙂 nice sharing mba

    Reply
    • dewi
      November 14, 2016

      Hi hi hi..kadang2 justru malah negatif kesan bertanya nya mbak..ini yang bikin kesal hati 😀

      Reply
  73. Heni Prasetyorini
    November 14, 2016

    makin kepo deh, wkkkk

    Reply
    • dewi
      November 14, 2016

      Lanjutttt 😉

      Reply
  74. ndygirly
    November 14, 2016

    Waaah, tampaknya pizzanya enak banget. Apalagi dimasakin suami.
    Hihihihi.. #salahfokus
    Btw, salam kenal mba Dewi 🙂

    Reply
    • dewi
      November 14, 2016

      Salam kenal mbak Ndy….enak sih mbak..tapi lebih makyoss loteeek 😀

      Reply
  75. bebyrischka
    November 14, 2016

    Bahahak. Kak Deeeew, aku ngakak loh iniiii! 😀

    Emang iya sik, cewek Batak kayak dinomorduakan gitu. Sodaraku yg baru punya anak perempuan selalu ditanyain mertuanya kapan ngasih cucu laki-laki. Kan sedih ya, bikin stress 🙁

    Eh tapi aku belom mau sik sama cowok bule. Dulu sempet dicomblangin, tapi akunya ketakutan gak jelas. Bwekeekekekkk :p

    Reply
    • dewi
      November 14, 2016

      Ya gitu deh Beb…yang diceraikan pun ada gegara belum ada anak cowok ….
      Eh kenapa belum mau? belum siap ya punya pacar ya?

      Reply
  76. Milda Ini
    November 14, 2016

    Wah, serunya ya mba punya suami bule, semoga selalu kompak ya

    Reply
    • dewi
      November 14, 2016

      Makasih ya mbak 🙂

      Reply
  77. Vety Fakhrudin
    November 15, 2016

    Wahhh seruuuuu ya…suamiku juga bule…ngakunya bule LA (Lamongan Asli)…bwahahahaha…Tapi so far untuk beberapa hal kami mengakui bule itu keren prinsipnya. Hampir serupa ya dikeluarga kami (keluargaku terutama) laki adalah raja. Tapi bersyukur suami nggak ngikutin prinsip itu, dia nggak sungkan bantu ini itu disaat aku mulai heboh dan lelah ngadepin anak2 yang lagi haus kasih sayang…hehehe…

    Reply
    • dewi
      November 15, 2016

      You are the lucky potato mbak Vety 😉 Bahagia dalam pernikahan itu sederhana ya..nggak perlu neko neko..hubungan suami istri yang balance itu yang diimpikan semua umat. Tolong menolong masalah RT, jaga anak, sudah jadi surga dunia lah 🙂

      Reply
  78. Ria
    November 15, 2016

    hi dear, sorry out of topic tp saya juga ada darah Batak, tepatnya saya BatMan 🙂 Mama suku Batak sementara alm papa dari Manado 🙂 Sebenarnya kekerabatan orang Batak itu bagus cuman yaaa lumayan tekor bandar juga ya kl semua acara adat mesti diikuti dgn biaya yg gak dikit. Mungkin krn itu mama saya pilih papa :)))) Thanks for sharing with us bahwa cowok lokal dan cowok luar ya masing2 punya kelebihan sm kekurangan 🙂

    Reply
    • dewi
      November 15, 2016

      Hello kak Ria 🙂 Ya gitulah kak..tdnya aku suka banget sama orang Manado, cuma ya nggak rejeki 😀 ha ha ha…
      Bener banget, kekerabatan orang Batak baik buat dicontoh…dan ada banyak nilai nilai orang Batak yang layak dikasih jempol.
      Thanks for coming by kak Ria 🙂

      Reply
  79. Alma Wahdie
    November 15, 2016

    FAQ session yg keren. Wohoo…
    Singkat, jelas, dan padat ya Mbak.
    Semoga bahagia selalu. Aamin.
    Perjuangan banget 11 tahun, akhirnyaa. Walaupun mungkin udah lama nikahnya (maaf belom tau banyak ttg mbak dew ), tapi tetep mau bilang congratulation. God bless you two, Mbak.

    Tulisannya enak, gambarnya keren, templatenya asyik. Ah, aku mau berguru nih sama mba dewi. Salam kenal, Mbak!

    Reply
    • dewi
      November 15, 2016

      Hello salam kenal mbak Alma 🙂 Makasih banget ya udah mampir 🙂
      Mau berguru apa dulu nih 🙂

      Reply
  80. Anisa Andayani
    November 15, 2016

    Halloo.. salam kenall mbaak.. saya pernah ngebayangin gimana yaa kalo misalkan nikah sama bule.. Tapi akhirnya jodohnya sama bule sebrang kota hehehe..
    Btw, fotonya keren-keren deh, sukaa!

    Reply
    • dewi
      November 15, 2016

      He he he…asal jangan buntelan lemak aja mbak 😀 itu mah saya…:D ha ha ha…
      Makasih ya mba 🙂

      Reply
  81. dede
    November 15, 2016

    seru! sering juga ditanyain wah sudah gak jadi orang indonesia dong. sedih saya kalau ditanya begitu. atau misal saya komen ‘wah enaknya nasi padang..’ dikomen ‘oo masih suka makanan indonesia ya’ atau ‘oo masih ingat indonesia ya..’ hehehe… thanks for sharing mbak

    Reply
    • dewi
      November 15, 2016

      Ya gitu deh mbak, resiko nikah sama wna 🙂 ttp semangat ya mbak 🙂

      Reply
  82. pipit
    November 15, 2016

    dulu jaman SMA entah kenapa pengen banget nikah ama bule :))) tapi lalu ngerasa serem ama cerita-cerita tentang perebutan anak kalo ternyata hubungannya gak bisa terus.. ahahayy labil banget, maklumlah jiwa muda 😛 at the end ya gak jadi nikah ama bule, jadinya ama pa’le 😛

    Reply
    • dewi
      November 15, 2016

      Ha ha ha…syukurlah mbak..jadi nggak repot belajar bahasa planet 😀

      Reply
  83. Relinda Puspita
    November 15, 2016

    Aku lagi nyari, nih, cowok yang mau sharing peran di rumah tangga. #kode

    Reply
    • dewi
      November 15, 2016

      Ha ha ha ha..harus ditest mbak..ditanyain juga sama maknya biar jelas 😀

      Reply
  84. Aya
    November 15, 2016

    namanya jodoh ya mbaaa.. ga di setting2.. mau suaminya bule atau wni asli, namanya juga jodoh .. Hihii

    Reply
    • dewi
      November 15, 2016

      Ember mbaak 🙂 tapi selagi bisa mencari, ya dicari ..soal endingnya gimana ya libatkan yang Kuasa ya 🙂

      Reply
  85. Zizy Damanik
    November 16, 2016

    Itulah namanya jodoh, ya. Kalau saya, ayahnya Vay orang batak, gak milih sih harus batak, cuma ketemunya ya batak juga.. LOL.

    Reply
    • dewi
      November 16, 2016

      Abang batak juga ya kak? Kirain dapat Sunda karan domisili di Bandung…
      Iyalah kak, jodoh yang manapun sama aja ya kak 🙂

      Reply
  86. Murni Rosa
    November 17, 2016

    Makin tertarik aku sama co bule, Dewi.. wkwkwk
    Iya, boru batak kerap dinomorduakan. Makanya suka malas dideketin co batak yg kalo diperhatikan penganut budaya begitu juga. Anak mamak pula, nanti mamaknya ikut campur rumahtanggaku. #pikiranjelek 😀

    Thanks udah mampir di blog-ku ya 😉

    Reply
    • dewi
      November 17, 2016

      Ha ha ha….makin tertarik ya 😀 ha ha a…semoga berjodoh dengan orang yang tepat ya hasian 😀

      Reply
  87. Irly - (Irna Octaviana)
    November 17, 2016

    Saya baru ke tulisan ini kayaknya karna kepo deh, ggp ya Mbak, sekali baca pas BW. Haha
    Sukses tertawa saat baca kalimat terakhir.

    TFS Mbak, walaupun saya gak ada rencana nikah sama bule apalagi pak le #Eh 😀

    Reply
    • dewi
      November 17, 2016

      Ha ha ha..makasih udah mampir ya mbak..apapun seleranya ..yang penting blogging jalan terus 😀 ha ha ha

      Reply
  88. Dian Puspita Sari
    November 17, 2016

    Gara-gara baca trit yang paling atas, jadi kepo baca alasan mbak dewi nikah sama bule.
    Waah aku ga bisa bayangin gimana adaptasinya. Sama yang senegara aja susah. Hebat mbak dew.

    Reply
    • dewi
      November 17, 2016

      Biasa aja kok mbak Di..cuma ya tantangannya dibudaya dan bahasa 🙂

      Reply
  89. Velly
    November 20, 2016

    salam kenal ya mbak, suka banget baca2 artikel mbak, ini yg bener bener dinamakan true love ya mbak, penantian selama 11 tahun dan happy ending. GBU and fam ya mbak Dew 🙂

    Reply
    • dewi
      November 20, 2016

      Makasih mbak Vel buat doanya..amiiiin Tuhan berkati Velly juga dan sehat sehat disana ya 🙂

      Reply
  90. De Pita
    November 23, 2016

    Kalau akuuuu maaaah… Mau di lamar sama beda suku ajah susaaaah apalagi kudu lepas gelar PNS hihihi. Tapi alhamdulillah akhirnya dapat se suku dan gak pernah jadi PNS jadi suami mau bawa kemana hayuuuuuuuk… Hihi

    Reply
    • dewi
      November 24, 2016

      Ha ha ha ha….bebas lepas ya mbak..tanpa ada hambatan kalau mau halan halan yaa….

      Reply
  91. Wian
    November 24, 2016

    Mba, klo km tetep WNI, berarti bolak balik perpanjang surat ijin menetap ya? Atau gimana tuh?

    Btw, ini angan2 aku waktu kecil loh. Nikah sama bule. Ceritanya terinapirasi dari ken pasangannya barbie. Hehehe

    Reply
    • dewi
      November 24, 2016

      Iya mbak, selama kita belum dapat ijin tinggal yang permanent kita harus perpanjang tiap tahun mbak 🙂
      Ada boneka barbie ya dulu…aku pinjem punya adik mbak..lucu ya

      Reply
  92. tempat tidur
    November 25, 2016

    Kendalanya apa mbk kalo nikah sama bule? barang kali bisa ngikut, Upsss,, hehe

    Reply
    • dewi
      November 27, 2016

      kendalanya? banyak 😀 coba di baca2 lagi keatas 😉

      Reply
  93. Lusia Oktri Wini
    November 28, 2016

    dulu, waktu remaja aku kepingin punya suami bule, sekarang?
    setelah baca postingan ini jadi kepingin lagi… :’)

    Reply
    • dewi
      November 28, 2016

      😀 ha ha ha…you are funny..kalau masih single, masih ada kesempatan ya Lus 😉

      Reply
      • Lusia Oktri Wini
        December 3, 2016

        iya lah mba, masih single akuuuu… kali aja, ngomenin di sini, ada bule yang kecantol sama aku. *Oop

        Reply
  94. bukanrastaman
    November 28, 2016

    Karena jodoh ada di tangan Tuhan dan itu Misterinya. Btw lama banget pacarannya ya kaaa

    Reply
    • dewi
      November 28, 2016

      😀 ha ha ha…namanya anak patuh sama orang tua maaas 😛

      Reply
  95. Inklocita
    November 28, 2016

    aku baru ngeh kalo kita gada fotonya alias telor, gambarnya tetep bagus ya Mbak ehehehe. kayaknya gausah bule, beda suku aja padahal sepulau aja beda banget tapi bhineka tunggal ika lah ya hahaha

    Reply
    • dewi
      November 28, 2016

      Beneeer…semua pasti beda…tergantung individunya nanggepin perbedaan itu gimana..beda itu indah 🙂

      Reply
  96. Lidha Maul
    November 29, 2016

    Lhaaa baru baca ini. Iya ya, pasti banyak yang bilang enak ya bisa jalan2 ke LN….padahal kan tergantung juga
    Suami saya Jawa, tiap tahun kami ke keliling Jawa. Aslinya saya kan Kalimantan yg diem di rumah aja. Terus ada yg bilang enak yaa, punya suami Jawa
    Ya nggak juga… banyak juga yg punya suami Jawa, nggak jalan2 ke Jawa. Dan sebaliknya.
    Ah, enak mah disyukurin aja

    Reply
    • dewi
      November 29, 2016

      😀 ha ha ha..ada ada aja ya mbak..pusing buat nanggepin pendapat orang..Yang ngejalanin kita orang lain yang pusing:D

      Reply
  97. Endah Kurnia Wirawati
    November 30, 2016

    hello mbak dewi salam kenal
    ternyata foto-fotonya lebih keren dari pada punya saya *langsung minder*

    Reply
    • dewi
      November 30, 2016

      Makasih mbak Endah udah kemare 🙂 ojo mindeeer 🙂 yg penting toss dulu ah sesama yang suka motret 🙂

      Reply
  98. nonirosliyani.com
    December 1, 2016

    Mbaaa.. kalo anaknya cowok, kujodohin sm anakku yaa.. Mayan, indo asli dapet separo bule. Hahahaha… #usahabanget Soalnya udah enggak mungkin kan, aku bilang, “cariin jodoh bule buat aku..”

    Reply
    • dewi
      December 4, 2016

      Ha ha ha ha….monggo mbak Noni 🙂 mana yang terbaik 😉

      Reply
  99. Leli
    December 6, 2016

    Whaahahaa yang paling akhir paling absurd.
    Cariin buat aku doong.

    Hmmm iya juga ya… Tapi yang aku tau cewek batak itu kuat kuat.
    Kuat secara pendapat, pikiran, bahkan tenaga haha

    Reply
    • dewi
      December 6, 2016

      Cewek batak gitu loooh 😉

      Reply
  100. Izran
    December 7, 2016

    Inspiring story !

    Reply

Leave a Reply

Follow me on instagram

Back to Top
Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: