Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Blog

Menikah di Denmark
October 02, 2018 by dewi In Blog 8 Comments

Hi gaes! Kalau kamu kesulitan menikah di Indonesia atau di negara calon pasanganmu, datang dan menikahlah di Denmark. Untuk menikah di Denmark tidak harus dengan pasangan yang berasal dari Denmark. Denmark memperbolehkan siapa saja dan dari negara mana saja untuk boleh melangsungkan pernikahan secara resmi. Kalian berdua harus mempersiapkan dokumen seperti: Notice of Marriage. Dokumen ini mengkonfirmasikan bahwa kamu dan pasanganmu berhak menikah di bawah hukum Denmark. Isi dan tandatangani formulirnya. Formulirnya bisa diunduh disini. Scan halaman depan Passport. Scan Visa atau ijin tinggal di Eropa. Surat Keterangan Belum Menikah atau Surat Cerai atau Surat Sertifikat Kematian yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris / Denmark / Jerman oleh penerjemah resmi dan dileges oleh Departemen Kementrian Hukum dan HAM, Departemen Luar Negeri dan Kedutaan Besar Denmark. Bila pasanganmu adalah warga negara EU, US, Canada, Australia dan New Zealand berkasnya tidak perlu dileges. Bukti pembayaran. Biaya yang dibayarkan hanyalah untuk fee memeriksa berkas, sedangkan untuk wedding ceremony-nya tidak dikenakan biaya apapun. Fee untuk tahun 2018 adalah 870 kroner Denmark atau sekitar 117 €. Pembayaran melalui nomor rekening resmi kommune.   View this post on Instagram   #gettingmarriedindenmark is an easy way if you have difficulty to get married in your home country. You […]

Read More
Make-Up Idaman Buat Pengantin
May 25, 2018 by dewi In Blog 19 Comments

Siapa sih yang mau di hari pernikahannya kelihatan jelek?. Pasti semua pengantin pengen kelihatan cantik. Hari yang sakral, hari yang istimewa. Aku masih ingat banget gimana hebohnya ketika mempersiapkan pesta pernikahanku di tahun 2012 lalu. Dari mulai mempersiapkan bahan baju kebaya sampe nyari penjahit yang benar-benar expert ngejahitin kebaya pengantin. Walau aku tak sanggup memesan jahitannya Anna Avanti, ya setidaknya mirip-mirip gitulah 😆 Trus aku juga ada beli dress pengantin warna putih ala ala Royal Family kw-3 😝 booking photographer, pesan catering, dan yang paling penting tukang riasnya. Ini yang agak susah. Karena info tukang rias waktu itu tidak serame sekarang yang semua dengan gampang dicari melalui facebook. Akhirnya saat itu aku hire-lah seorang teman yang memiliki usaha salon di kotaku. Sebelumnya aku sudah wanti-wanti ke temanku ini kalau aku maunya dimakeup-in tipis dan sederhana saja. Karena aku tahu karakter mukaku itu kayak apa. Judes!, kata orang yang belum kenal. Efek bibirku yang tipis kayaknya. Tapi trust me, dibalik ketegasan rahang khas Batak di wajahku ini, hatiku sebenarnya selembut bolu Meranti-loh 😆Beneran, no kidding ha ha ha. Untuk meyakinkan diriku, aku minta di-trial. Hasilnya pada saat itu bagus. Riasan yang dipoles ke wajahku saat itu sederhana dan simpel, pas seperti […]

Read More
Tips Sederhana Agar Street Photography-mu Menarik
April 21, 2018 by dewi In Blog 36 Comments

Aku selama ini paling malas bawa kamera sambil jalan-jalan. Apalagi kalau arahnya dekat-dekat mall, takutnya malah fokus ke window shopping-nya yekan 😝*tergodadiskon. Sebenarnya alasannya ya karena berat sih 😆Pengen banget punya kamera mirrorless, tapi saat ini aku harus menahan diri dulu, dan harus sabar kemana-mana pakai dslr. Setelah dikomplain sama hubby, kuiyakan permintaannya untuk melakukan street photography sesering mungkin. Street photography itu menyenangkan dan genre fotografi yang paling menantang. Image yang tertangkap kamera terjadi secara alami, murni dan tidak dibuat-buat. Inilah bedanya street photography dengan tema fotografi lainnya. Ada banyak temuan yang kita lihat melalui photo-photo yang kita dapatkan. Street photography berbeda dari architectural atau cityscape photography, walau ketiganya tersedia di jalanan. Architectural photography dan cityscape hanya berfokus pada bangunan. Sedangkan street photography berfokus pada elemen manusianya. Meskipun Street Photography mudah untuk dilakukan, ada hal – hal lain yang perlu kita ketahui, seperti : Foto yang bermakna/ meaningful Zaman modern ini, semua orang bisa memotret, baik itu melalui hp, kamera poket maupun kamera mahal lainnya. Tapi kalau kamu mau photo-photomu berbeda, jangan asal jepret. Photo yang hebat membutuhkan konten dan komposisi yang kuat. Carilah sesuatu yang bermakna, sesuatu yang punya cerita. Karena tidak mudah untuk menangkap suatu gambar yang punya makna bila kamu tidak siap. Photo-photo yang memiliki storytelling itu […]

Read More
#Follow unfollow. Menurutmu?
April 14, 2018 by dewi In Blog 39 Comments

Membangun follower di Instagram itu ternyata tidaklah mudah, terutama untuk mendapatkan follower yang benar-benar real dan bukan fiktif. Bagiku pribadi, jumlah follower tidaklah begitu penting. Yang mau mengikuti postingan-postinganku silahkan, nggak juga ya no problemo. Isi postingan di Instagramku mainly tentang photography. Jumlah followerku yang tidak seberapa itu saja sudah membuat diriku senang, dan aku tak punya target harus punya follower sampe puluhan ribu. Wong akunya juga bukan siapa-siapa ngapain pula di-follow yakan 😆 Mana juga pemalas, yang seminggu kadang cuma sekali buat update postingan. Kalau mood lagi on bisalah tiap hari. Efeknya bisa terlihat dengan jelas, yang ngelike dan komen bisa dihitung pake jari 😅 #bukanseleb Aku mulai aktif ber-Instagram sekitar setahun yang lalu bersamaan dengan Facebook Page photography yang kubangun. Tiap kali posting sesuatu di Instagram, ada aja yang tiba-tiba nge-follow. Dan seringnya bukan dari orang yang aku kenal, kebanyakan bule dan tukang jualan!. Dalam 24 jam follower-follower misterius itu raib 😂 Diawal-awal aku kesal banget dengan ulah para oknum yang menurutku tak sopan. Tapi sekarang I don’t care. Kalau ada yang mau mem-follow unfollow terserah saja. Biarin situ. Tak pernah ku gubris jumlah follower-ku yang kadang bertambah dan berkurang sesuka hatinya. Strategi #Follow/Unfollow dianggap jitu dan cara tercepat menjaring follower. Ada banyak akun-akun kayak penjual pemutih kulit, obat kuat, pelangsing […]

Read More
Rumitnya belajar bahasa Denmark
February 09, 2018 by dewi In Blog 30 Comments

Sejak tanggal 1 Juli 2018, sekolah bahasa Denmark atau Danish tidak gratisan lagi. Biaya yang harus dibayarkan 1 modulnya 2,000 kroner (268 euros) atau sekitar 4,5 juta rupiah per modul. Selain itu, siswa masih diminta untuk membayar deposit 1,250 kroner per modul, yang nantinya uang depositnya akan dikembalikan setelah selesai sekolah. Cuma uang deposit loh. Nggak asyik lagi ya. Well…semua pendatang yang masuk dan tinggal di Denmark wajib “mandatory” untuk masuk sekolah bahasa. Harus!, kalau nggak mati kutu. Orang Denmark rata-rata bisa berbahasa Inggris, tapi lebih memilih berkomunikasi dengan bahasa lokal mereka. Untuk yang menikah dengan warga negara Denmark diwajibkan untuk lulus Prøve i Dansk 2 atau 3. Level 3 adalah level yang paling diwajibkan karena memenuhi persyaratan buat mendapatkan pekerjaan in the labour market, buat melanjutkan pendidikan, apply ijin tinggal permanen dan menjadi warganegara Denmark. Sebelum masuk sekolah, semua dites dulu untuk mengetahui level bahasa Danish kita sampai dimana. Lama waktu belajar sekitar 2 tahun. Semuanya ada 5 modul sampai kita selesai sekolah. Waktu belajarnya hanya dua kali dalam seminggu. Ini ada perubahan, dulu jamannya saya sekolah tiga kali dalam seminggu. Waktu belajarnya dari pukul 08.20 – 13.35. Ada juga yang kelas sore pukul 18.00 – 20.35. Jadi buat yang ada pekerjaan […]

Read More
Perempuan Asia dimata bule
February 07, 2018 by dewi In Blog 79 Comments

“Dew, kamu ada kenalan nggak buat saya?, orang Asia ya” tanya teman dekat suami ketika kami memenuhi undangannya untuk minum wine suatu malam. Mendengar permintaaan spontan seperti itu, membuat saya berpikir kenapa harus orang Asia?. Ya, walaupun kita sendiri adalah pasangan campur, tapi ingin juga dengar alasannya. “Kenapa harus dari Asia?” “Dari Indonesia kalau gitu”, katanya sambil tertawa. “Apakah kamu ada teman baik yang single? “ Berpikir keras sambil mengingat-ngingat kenalan yang single 🧐 “Kok mesti orang Asia ?” tanya saya lagi. “I think this time I wanna be with an Asian lady…”  Dia bilang, setelah bercerai dengan istrinya yang berasal dari Jerman, dan berpisah dari tunangannya yang berasal dari Rusia, dia lelah ditinggalkan begitu saja. Dia merindukan sosok yang setia dan mau menerima dirinya apa adanya. Dia berharap mendapat pasangan yang benar-benar mau bersamanya selamanya. Pernah dia mencoba mencari via dating online, tapi takut terjebak scammers. Menurutnya pria yang berpasangan dengan wanita Asia, kehidupan asmaranya lebih awet. Penampilan fisik dan outlook cewek Asia yang eksotis bukanlah yang menjadi perhatian utamanya, tapi lebih kepada kepribadian orang Asia. Budaya yang sopan dan unik menjadi daya tarik terbesar menurut dia. Itu sebabnya dia selalu menghabiskan liburan tahunannya selama sebulan penuh di Asia. Teman hubby ini, sangat sederhana dan apa adanya. Kepribadiannya sangat menarik, membuatku yakin dia bisa […]

Read More
Perjanjian Nikah, penting nggak sih?
January 29, 2018 by dewi In Blog 27 Comments

Yay, akhirnya saya dan suami sudah memiliki perjanjian nikah atau yang disebut Postnuptial Agreement (postnup). Udah bisa dong kalau misalnya nih diberkati Tuhan buat beli properti di kampung dan statusnya hak milik…he he he. Amiin! 😊 Postnup itu fungsinya sama dengan Prenuptial Agreement (prenup). Kalau prenup kan surat perjanjian yang dibuat sebelum menikah, nah kalau yang post ini sebaliknya. Jadi bagi yang udah terlanjur menikah dan belum buat, sekarang sudah ada peraturan yang memperbolehkan membuat perjanjian kawin setelah menikah. Lega banget kan. Dulu sebelum menikah saya memang kurang mengerti pentingnya membuat perjanjian menikah. Saya kira tadinya nggak perlu, jadinya ya saya abaikan saja 😆 Ternyata setelah menikah, suami berkeinginan kita punya properti di Indonesia. Di tahun 2012 jadilah kita membeli sebidang tanah di kampung, dan sertifikat tanahnya dibuat atas nama Bapak. Ternyata kalau warga negara Indonesia (WNI) yang menikah dengan warga negara asing (WNA), yang sudah, atau berencana untuk memiliki properti di Indonesia, harus memiliki prenup atau postnup, agar dapat tetap memiliki tanah di wilayah Indonesia dengan status HAK MILIK. Bila saya tidak memiliki perjanjian kawin, maka harta benda yang saya peroleh selama perkawinan akan menjadi harta bersama saya dan suami. Dalam harta bersama, kita berdua tidak bisa menguasai harta […]

Read More

Follow me on instagram

Back to Top
Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: