Blog

Rumitnya belajar bahasa Denmark
February 09, 2018 by dewi In Blog 20 Comments

Mulai tanggal 1 Juli 2018 nanti, sekolah bahasa Denmark atau Danish tidak gratisan lagi. Biaya yang harus dibayarkan 1 modulnya 2,000 kroner (268 euros) atau sekitar 4,5 juta rupiah per modul. Selain itu, siswa masih diminta untuk membayar deposit 1,250 kroner per modul, yang nantinya uang depositnya akan dikembalikan setelah selesai sekolah. Cuma uang deposit loh. Nggak asyik lagi ya. Well…semua pendatang yang masuk dan tinggal di Denmark wajib “mandatory” untuk masuk sekolah bahasa. Harus!, kalau nggak mati kutu. Orang Denmark rata-rata bisa berbahasa Inggris, tapi lebih memilih berkomunikasi dengan bahasa lokal mereka. Untuk yang menikah dengan warga negara Denmark diwajibkan untuk lulus Prøve i Dansk 2 atau 3. Level 3 adalah level yang paling diwajibkan karena memenuhi persyaratan buat mendapatkan pekerjaan in the labour market, buat melanjutkan pendidikan, apply ijin tinggal permanen dan menjadi warganegara Denmark. Sebelum masuk sekolah, semua dites dulu untuk mengetahui level bahasa Danish kita sampai dimana. Lama waktu belajar sekitar 2 tahun. Semuanya ada 5 modul sampai kita selesai sekolah. Waktu belajarnya hanya dua kali dalam seminggu. Ini ada perubahan, dulu jamannya saya sekolah tiga kali dalam seminggu. Waktu belajarnya dari pukul 08.20 – 13.35. Ada juga yang kelas sore pukul 18.00 – 20.35. Jadi buat yang ada […]

Read More
Perempuan Asia dimata bule
February 07, 2018 by dewi In Blog 65 Comments

“Dew, kamu ada kenalan nggak buat saya?, orang Asia ya” tanya teman dekat suami ketika kami memenuhi undangannya untuk minum wine suatu malam. Mendengar permintaaan spontan seperti itu, membuat saya berpikir kenapa harus orang Asia?. Ya, walaupun kita sendiri adalah pasangan campur, tapi ingin juga dengar alasannya. “Kenapa harus dari Asia?” “Dari Indonesia kalau gitu”, katanya sambil tertawa. “Apakah kamu ada teman baik yang single? “ Berpikir keras sambil mengingat-ngingat kenalan yang single 🧐 “Kok mesti orang Asia ?” tanya saya lagi. “I think this time I wanna be with an Asian lady…”  Dia bilang, setelah bercerai dengan istrinya yang berasal dari Jerman, dan berpisah dari tunangannya yang berasal dari Rusia, dia lelah ditinggalkan begitu saja. Dia merindukan sosok yang setia dan mau menerima dirinya apa adanya. Dia berharap mendapat pasangan yang benar-benar mau bersamanya selamanya. Pernah dia mencoba mencari via dating online, tapi takut terjebak scammers. Menurutnya pria yang berpasangan dengan wanita Asia, kehidupan asmaranya lebih awet. Penampilan fisik dan outlook cewek Asia yang eksotis bukanlah yang menjadi perhatian utamanya, tapi lebih kepada kepribadian orang Asia. Budaya yang sopan dan unik menjadi daya tarik terbesar menurut dia. Itu sebabnya dia selalu menghabiskan liburan tahunannya selama sebulan penuh di Asia. Teman hubby ini, sangat sederhana dan apa adanya. Kepribadiannya sangat menarik, membuatku yakin dia bisa […]

Read More
Perjanjian Nikah, penting nggak sih?
January 29, 2018 by dewi In Blog 18 Comments

Yay, akhirnya saya dan suami sudah memiliki perjanjian nikah atau yang disebut Postnuptial Agreement (postnup). Udah bisa dong kalau misalnya nih diberkati Tuhan buat beli properti di kampung dan statusnya hak milik…he he he. Amiin! 😊 Postnup itu fungsinya sama dengan Prenuptial Agreement (prenup). Kalau prenup kan surat perjanjian yang dibuat sebelum menikah, nah kalau yang post ini sebaliknya. Jadi bagi yang udah terlanjur menikah dan belum buat, sekarang sudah ada peraturan yang memperbolehkan membuat perjanjian kawin setelah menikah. Lega banget kan. Dulu sebelum menikah saya memang kurang mengerti pentingnya membuat perjanjian menikah. Saya kira tadinya nggak perlu, jadinya ya saya abaikan saja 😆 Ternyata setelah menikah, suami berkeinginan kita punya properti di Indonesia. Di tahun 2012 jadilah kita membeli sebidang tanah di kampung, dan sertifikat tanahnya dibuat atas nama Bapak. Ternyata kalau warga negara Indonesia (WNI) yang menikah dengan warga negara asing (WNA), yang sudah, atau berencana untuk memiliki properti di Indonesia, harus memiliki prenup atau postnup, agar dapat tetap memiliki tanah di wilayah Indonesia dengan status HAK MILIK. Bila saya tidak memiliki perjanjian kawin, maka harta benda yang saya peroleh selama perkawinan akan menjadi harta bersama saya dan suami. Dalam harta bersama, kita berdua tidak bisa menguasai harta […]

Read More
Kisah si bulung sangge-sangge, camer & calon menantu
October 07, 2017 by dewi In Blog 65 Comments

Gara-gara postingan chat calon ibu mertua dan calon menantu, yang kabarnya ternyata pelakunya adalah putri si ibu camer tersebar luas di sosial media, akibatnya dari berita heboh tersebut si daun serai aka sereh atau bahasa Batak-nya bulung sangge-sangge mendadak terkenal hi hi hi 😂 Dijadiin meme lucu di kalangan orang Batak, “Setipis Bulung Sangge – Sangge” yang artinya setipis daun serai. Yang belum pernah tau wujud serai kayak apa, silahkan ke warung terdekat 😄 Bahasa kecehnya sange-sange itu lemon grass pemirsah. Serai ini adalah jenis tanaman yang biasa digunakan untuk bumbu masakan. Saya suka sekali memakai serai untuk campuran sup tom yam, kari ayam atau rendang 🍲 kalau ada bumbu serai di dalamnya, makanan kita jadi wangi…eh kok jadi lapar ya..hi hi hi… 😄 Maklum sudah dingin banget disini. Balada menantu perempuan vs mertua perempuan nggak ada habisnya buat diceritakan. Kalau menantu pria dan mertua pria malah jarang banget terdengar. Yah perempuan getooh…😅 full of drama, ini pendapat suami saya loh he he he. Sebenarnya ya, hubungan mertua dan menantu itu bisa kok akur, kalau mau. Kalau nggak ya bahan perselisihan banyak loh yang bisa dijadikan alasan. Hal kecil saja bisa melebar ke masalah lain. Kalau saya paling males cari masalah, sebisanya dihindari. Namanya dua orang wanita ya, pasti ada aja ketidakcocokan antara satu dengan yang lain. Kita sama ibu kandung sendiri aja […]

Read More
Vidakovic
September 01, 2017 by dewi In Reviews 6 Comments

  Location: Thisted, Denmark Click the pictures for full screen

Read More
Mengurus izin tinggal di Denmark
February 28, 2017 by dewi In Blog 101 Comments

Hip hip hurraa.!! 🍾 🎉 Rasanya lega banget ketika suami memberitahukan residence permit atau izin tinggalku sudah diapproved. Residence permit ini adalah izin tinggal yang diberikan secara legal oleh suatu negara yang berwenang dalam tempo waktu tertentu, misalnya 2 tahun, dan selanjutnya nanti bisa diperpanjang. Si pemegang izin tinggal diperbolehkan untuk bekerja dan mendapat akses gratis berobat ke rumah sakit. Setelah menunggu 5 bulan hampir 6 sih, akhirnya surat sakti itu keluar. Tadinya di Greenland kita ingin apply dari sana, biar sampai di Denmark bisa langsung punya izin buat bekerja. Tapi pihak kantor polisi di Nuuk mengatakan kalau peralatan biometric mereka tidak ada. Jadilah semuanya dilakukan ketika kita sudah masuk di wilayah Denmark. Sayangnya, ketika itu peraturan imigrasi baru saja diperbaharui, harus BERBAYAR. Yang tadinya gratis, kita harus keluarkan  5900 kr (thn 2018) atau sekitar 13 juta rupiah. Untuk tahun 2017 fee-nya 6300 kr atau 643 Euro. Izin tinggal yang  aku pakai selama di Greenland, tidak bisa aku lanjutkan untuk dipakai di Denmark, walau Denmark dan Greenland masih memiliki sistem yang sama. Jadinya harus urus dari awal lagi seperti ketika pertama kali hendak ke Greenland. Sebelum pindah dan tinggal di Greenland, aku mengurus residence permitnya dari Jakarta, tahun 2012. Jadi selama masa penantian 5 bulan itu, masih […]

Read More
Jalan-jalan ke kuburan di Denmark
February 11, 2017 by dewi In Blog, Uncategorized 173 Comments

Kurang kerjaan cint? Ngapain pula jalan-jalan ke kuburan? 😆 Jangan takut dulu, kuburan di Denmark itu nggak seseram kuburan yang biasa kita lihat di kampung halaman. Dari beberapa negara yang pernah aku datangi di Eropa, jalan-jalan ke kuburan itu menarik sekali dan jauh dari penampakan seram. Malah kesannya nyaman. Ya, kalau malam dan gelap tetap aja seram sih ya. Apalagi kalau habis nonton pelem horor. Mikirnya pasti muncul hantu sundel bolong, tuyul dan staf-stafnya lagi arisan bulanan 😄 Waktu aku diajak Mak mertua buat membersihkan kuburan suaminya, aku senang banget. Ya biasa, biar sekalian ada yang dipotret getoh 🙃 Asal jangan ada penampakan yak ha ha ha..Mertua bilang, sebisanya dia berkunjung ke kuburan suaminya setahun dua kali. Kuburan di Denmark itu biasanya terletak di pekarangan gereja yang dilengkapi dengan chapel kecil yang digunakan untuk upacara penguburan. Ketika Bapak mertua meninggal 16 tahun yang lalu, ibu mertua memesan lahan yang kosong di samping kuburan suaminya. Jadi nantinya ketika dia meninggal, sudah ada tempat dan kita anak-anaknya akan menguburkannya disitu. Di Denmark ketika ada yang meninggal dunia, maka berita tersebut akan dilaporkan ke kantor catatan sipil. Orang Denmark boleh memilih mau dikuburkan di pekuburan umum atau di sekitar gereja. Ini berlaku untuk semua agama. Jadi tidak hanya yang bergama Kristen saja yang […]

Read More

Follow me on instagram

Back to Top
Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: